BARANG LANGKA ITU BERNAMA GAS

selama beberapa bulan ini berita di tv diwarnai pemberitaan seputar kelangkaan gas.
ya Bahan bakar pengganti Minyak Tanah yg digemborkan pemerintah lebih efisien dan hemat ini membuat kesal ibu2 rumah tangga pecinta pengguna minyak tanah.

betapa tidak belum selesai kesal mereka mengikuti episode antri minyak tanah (sumpah seumur hidup, baru tahun ini sy melihat langsung puluhan ibu2 antri minyak tanah berjam-jam..ah seperti nonton film indonesia tahun 60-an), Gas Tangki biru yg tiba2 harganya melonjak tinggi, munculnya maling2 tabung gas (nich maling bener2 kurang kerjaan), eh si kecil alias gas tabung 3kg lenyap dari peredaran.

sy sendiri waktu ibu saya komplain soal gas yg susah dicari belum begitu khawatir hingga akhirnya ibu saya meminta sya mencarikan tabung hijau itu karena kesal disemuatempat langganannya gone..;missing;.

setelah kesana kesini mencari dan terperanjatlah sy 20ribu harus berpindah tangan..ya harganya 20ribu..dan anehnya ini gas justru ibu saya beli bukan dari warung sembako biasa ..tiba2 saja tetangga yg tidak memiliki warung tiba2 berjualan.

sebenarnya sy bisa mendapatkan dengan harga yg sedikit lebih murah yaitu 18ribu tapi karena lokasinya jauh dan harus naik angkot (yg berarti total jendral sy harus mengeluarkan uang 22 ribu) maka sy memilih membeli di rumah tetangga saya. bahkan seorang teman kantor sy bercerita saking langkanya ia sampai membeli gas ukuran 12kg seharga 100ribu (gileee ..)

sorenya sy melihat pemberitaan di tv Pertamina menyarankan kepada masyarakat untuk memiliki 2 tabung …2 tabung..mereka pikir uang di Indonesia ini gampang dicari.. ..ah what ever lah. sudah bosan rasanya diri ini bertanya,menyesali, menyalahkan etc kepada pemerintah dan segala kebijakannya.

5 Tanggapan

  1. gitu deh ay..
    mereka itu kadang suka lupa kalo masyarakat indonesia ini masih miskin2 bin sengsara

  2. wah bisa masuk museum ntar🙂

  3. hehe..kayaknya..lama-2, semua kebutuhan bisa langka di Indonesia hehe…
    Mudah-2an secepatnya bisa teratasi ya…

  4. Yach… itulah kalau kebutuhan pokok rakyat di monopoli…
    Pertamina, merupakan perusahaan terbesar dalam mengurusi hilir minyak & gas untuk rakyat Indonesia. Juga terkenal sebagai perusahaan dengan gaji terbesar & terbukti uang pensiun terbesar pula (bisa mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah). Sudah puluhan tahun BUMN tersebut berdiri, namun selalu saja bermasalah, hal itu kelihatan bahwa (pertamina) seperti sebuah organisasi (Event Organizer/EO) kecil yang baru muncul.
    Kami kadang mengikuti sosialisasi konversi minyak tanah (mitan) ke LPG yang diadakan oleh pihak pertamina langsung di beberapa kecamatan, mereka selalu menggembor-gemborkan (menjamin) LPG tidak akan pernah langka.
    Namun setiap kali terjadi kelangkaan, mereka pasti beralasan “di masyarakat terjadi ‘panic buying’ karena isu …” atau “dalam beberapa hari ini penggunaan lpg meningkat karena mendekati hari raya/besar …”. LUCU…
    Bagi kami itu hanya memperlihatkan bahwa pertamina layak disebut sebagai EO ‘jalanan’ dengan mengatasnamakan BUMN (karena hari raya/hari besar itukan selalu ada di tiap tahun, namun tidak pernah ada kesiapan).
    untuk mengetahui lebih lengkap pengamatan langsung dilapangan dari kami (yang mungkin belum di ekspose oleh media), silahkan masuk dalam website kami:
    http://www.konversimitan.wordpress.com
    Dalam website kami terdapat berbagai masalah konversi mitan ke lpg ditiap kota, namun untuk sementara kami mengungkap kejadian-kejadian di Surabaya. untuk beberapa hari kedepan, akan kami ungkap kejadian di kota lain (sidoarjo, Gresik, Malang, kediri, …)

  5. Mau pemilu kali yee..! Btw dsini jg para agen hrus menyuap 100rb klo mau diisi gasnya th cz langka bnr.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: